- Crane pancang tiang berikut Diesel Hammer yang sudah terpasang digeser menuju titik pancang yang telah ditentukan terlebih dahulu sehingga posisi Hammer + Pile-cap tepat berada diatas titik pancang.
- Tiang pancang yang pertama diambil dari stock-pile untuk diangkat, setelah itu Hammer + Pile-cap diangkat naik melalui leader sehingga posisi tiang berdiri sejajar leader dan kepala tiang masuk kedalam Pile-cap.
- Tiang pancang diposisikan tepat pada titik pancang .
- Untuk kelurusan dari tiang pancang dapat distel dari kedua sayap yang berada dibelakang leader.
- Setelah tiang lurus diadakan pemukulan (driving) dengan diesel hammer sampai tiang masuk kedalam tanah.
- Selama driving dilaksanakan, dapat dilakukan perbaikan dalam kelurusan tiang jika terjadi kemiringan dengan menyetel kedua sayap yang berada dibelakang leader.
- Tiang pertama yang telah masuk kedalam tanah dengan sisa 0,7 m dari tanah dan belum mencapai tanah keras dihentikan pemukulannya karena akan disambung dengan tiang kedua.
- Tiang kedua diambil dari stock-pile dan diangkat untuk diposisikan persis diatas tiang pertama.
- Plaat sambung kedua tiang ditempelkan dengan sisi masing-masing yang sama dan dibersihkan dari kotoran tanah yang ada, kemudian hammer diturunkan sehingga menekan tiang supaya posisi tidak bergeser lagi.
- Pengelasan dilakukan keseluruh keliling tiang dengan memakai kawat las diameter 3,2 cm.
- Dilakukan driving untuk tiang kedua sampai mencapai kedalaman tanah keras.
- Setelah mencapai kedalaman tanah keras maka dilakukan Kalendering tiang (Final Set) dengan ketentuan sepuluh pukulan (ten-blows) terakhir maximum penetrasi 15 mm atau ketentuan lain.
- Jika sudah tercapai ketentuan diatas maka Crane pancang dapat digeser ke titik berikutnya, tetapi jika belum maka kembali dilakukan prosedur ulang mulai no.7 dan seterusnya.
DIESEL HAMMER


